Tersesak nafasku
Di dataran yang engkau
lapangkan.
Terkabur pandaganku
Di cahaya yang engkau
Malapkan.
Aku selami mata rapuh itu.
Terlihatkan bayangan indah.
Baru aku tahu , aku bukan banyangan itu.
Mata merahnya itu-- kuyu. Ingin saja aku kucup bagi sisakan rona merah itu-- Biarkanlah aku merantai kata ampun pada jiwanya,-- kerana punca luka, remuk jiwa itu adalah aku. Sungguh tiada terdusta-- ku harap engkau percaya yang aku masih cinta.
Lihat Lihat sejenak Lihat pada diri Berapa banyak Daki dosa? Lihat Lihat dalam hati Berapa banyak Titik hitam? Lihat Lihat pada kaki Sejauh mana Engkau melangkah Ke kota neraka? Sudah cukup lihatnya Kini buangkannya Hilangkannya Tuhan sentiasa tunggu Ucapan ampun darimu.
Tahun ini-- tahun yang seperti selalu. dosa yang sama aku ulang bertalu, makanan sama yang aku hadam seperti dulu, dan-- orang itu juga yang aku cinta tidak terluputkan dari dulu. Biarkan tahun ini seperti tahun berlalu, Biarkan senyum bertaring itu yang akan aku tatap selalu. Cinta tunggu-- jangan usir aku dulu, kerna aku masih rindu.
Comments
Post a Comment