Tersesak nafasku
Di dataran yang engkau
lapangkan.
Terkabur pandaganku
Di cahaya yang engkau
Malapkan.
Aku selami mata rapuh itu.
Terlihatkan bayangan indah.
Baru aku tahu , aku bukan banyangan itu.
Mata merahnya itu-- kuyu. Ingin saja aku kucup bagi sisakan rona merah itu-- Biarkanlah aku merantai kata ampun pada jiwanya,-- kerana punca luka, remuk jiwa itu adalah aku. Sungguh tiada terdusta-- ku harap engkau percaya yang aku masih cinta.
malam menunjukkan bintang dan bulan terang , seperti lampu-lampu di kota jepang. hingar orang-orang seperti tiada garis antara tidur dan sedar. mungkin orang-orang itu mencari hiburan dan kesenangan, atau mencari rasa sayang yang dibayar wang. bagi aku, aku hanya mahu cepat pulang, kerana kamu adalah kota untuk aku.
Kau untung disukai Kau untung disayangi Kau untung diingati Aku tidak Tapi Aku suka menyukai Aku suka menyayangi Aku suka mengingati Sebab aku engan izinkan Rasa sepi yang aku ratap sendiri Tertanam dalam setiap Pelusuk jiwa rapuhmu
Comments
Post a Comment