Posts

Aku

Malam terus panjang seperti langkahku menapak telanjang . Bulan terang temani malam seperti hati hampa ditemani gumam. Diri masih aku. Aku yang masih memasang tali di setiap pelipat , untuk terus berboneka didepan mu. Aku yang masih mengukir segaris bibir , untuk membentuk senyuman di matamu. Lalu bermonologlah aku , " sampai bila mahu batin memekik terlolong minta dilelong? " sampai bila hati mahu lohong , bolong lagi kosong? Terkandus aku dijalan buntu. Tidak aku terketagihkan cinta apatah lagi rindu . Yang aku tersangatkan mahu ialah lolos dari neraka kamu.
Hey kamu,, ya kamu. Kesini,,, aku mahu beritahu. Aku tiada sama seperti lain, seperti gegadis lain. yang singkap saja hijab mata , nampak ayu jelita. yang bila buka kata saja , sudah berbau syurga. ampun..,kerna aku hanya gadis berdosa yang mahu cuba bercinta. kemari lagi,,,aku belum habis kata. Jangan kau penah lupa lagi leka. Pasakkan dalam kepalamu hey durjana . Aku ada hati , sama seperti gegadis itu. Aku juga punya sayang kasih, yang kau pernah campak tepi dulu. Aku juga punya harga , yang telah engkau lelongkan pada hutan belantara. Tapi,,, apa daya?,,. Aku masih dungu untuk terus mencuba. Apakah engkau terlalu lurus untuk mengerti ?, atau hanya aku yang bodoh di kencing dalam realiti? kenapalah dalam besarnya dunia ,, terluasnya nyata  mesti engkau yang aku suka ? kenapalah dalam berjuta manusia,, dalam beramai hamba, mesti aku yang engkau buang  tanpa mencuba? satu hari kalau engkau merasa terbuan...
hidup dunia , adat manusia, selagi ada bicara , selagi itu di perkata. aku teralu lali, terlalu tuli, selagi kamu bisa memaki, silakan , aku tidak peduli. satu hari mati , tetap sendiri. apa perlu aku sudi ? berkelompok? bersatu hati? maut hadir , aku tetap sendiri melawan perit mati, tujuh kaki dalam , tetap sendiri , ditemani dua malaikat menanti. aku sudah terlalu lali, sudah terlalu tuli, maka perkatakan semua, aku tetap begini , mempersetankan sehingga mati. Terima kasih manusia. atas hadirnya kamu mengajar erti kosongnya jiwa, rabaknya minda, kuatnya raksa. Maka muncullah aku, syaitan dari neraka.

Malam Ini

Malam ini tenang , setenang air mata yang mengalir. Malam ini kosong , sekosong jiwa yang rapuh. Malam ini aku ngerti. harta lumayan  telah aku gadaikan . Segala rindu , cinta , sayang  yang aku taruhkan  hilang. hilang di bawa pekat malam . sekarang , yang tinggal hanya raksa kosong  yang terus bermain , bermain hingga lelah . lalu mati .

Sampai Bila ?

Bikin apa engku bermain dengan hati , Sedangkan engkau sudah lama mengerti  Apa guna kau membelai harapan  , Ternyata jelas dia hulur kepalsuan. Sampai kapan harus kau tikam lelah hati , Ingatkan ini semua mimpi ngeri , Sedangkan bila terjaga siang hari Hati kau sudah lama mati . sampai bila harus engkau robek hati sendiri ?

BinaSia (BINAtang+manuSIA)

Tuhan ciptakan manusia  berpasangan , berdua . Maka , mengapa engkau hadirkan orang ketiga ? Tuhan anugerahkan cinta pada manusia  agar manusia setia . Tapi , kenapa engkau membelot percaya ? Tuhan campakkan kejujuran agar manusia  hidup berdamai . Tapi , kenapa engkau masih berdusta? Golongan engkaulah punca dunia terbalik neraka, punca manusia saling tidak percaya, punca manusia hilang akalnya, terlihatkan buasnya . Selamat datang ke dunia BinaSia.

....i

Ye , aku dah lali . Benar, aku dah biar pergi . Bukan sebab aku tawar hati , Tapi aku sudah penat tarik tali . Biar engkau puas , ye aku sudah tiada hati Jadi engkau boleh angkat kaki , pergi mati .